oleh

Togar Aruan Bahas Soal Logo Sepak Bola Yang Pakai Wajah Pahlawan ,” Mengangkat Nama Batak, Tapi Tentunya Harus Dilakukan Dengan Baik Dan Tepat Dalam Penempatannya

Medan |

Diawali adanya beberapa pertanyaan atau keluhan dari beberapa masyarakat Batak atas penggunaan

foto animasi wajah Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Raja Sisingamangaraja XII yang disematkan

pada logo Club sepakbola FCBU dikota Medan lalu timbul usulan atau desakan kepada KIB (Komite

Independen Batak) untuk dapat mendudukkan atau menyelesaikan masalah ini dengan

sebaik-baiknya, dimana gambar Sisingamangraja XII.

Raja Sisingamangaraja XII, raja yang dikenal sangat humanis dan mencintai kedamaian, dicatat oleh

sejarah sebagai salah satu Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang paling lama berjuang dan sangat

gigih melawan penjajahan Belanda selama lebih dari 30 tahun. Beliau gugur pada hari Senin, tanggal

17 Juni 1907 dalam suatu pertempuran yang sangat sengit melawan Belanda di desa Onom Udon

yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

 

Raja Julio Sinambela, selaku ketua Forum Sisingamangaraja XII yang juga adalah cicit Raja

Sisingamangaraja XII menjelaskan bahwa pihak Club sepakbola tersebut belum pernah menghubungi

pihak keluarga atas penggunaan profil wajah Raja Sisingamangaraja XII tersebut hingga saat ini.

Atas desakan tersebut, akhirnya KIB bersama Forum Sisingamangaraja XII mengundang beberapa

tokoh masyarakat, Akademisi, Sejarahwan, Budayawan, Tokoh Pemuda, Praktisi Hukum, Aktivis,

Tokoh Parmalim dan lainnya untuk membahas masalah dengan maksud untuk mendapat masukan,

Pandangan serta pertimbangan-pertimbangan hukum agar dapat menyelesaikan permasalahan ini

dengan baik.

 

Dari pertemuan tersebut yang diadakan di Hotel Grand Antares, Medan pada hari Rabu, 22 Juli 2020,

diperoleh banyak masukan atau pandangan yang komprehensif dari para tokoh.

 

Thompson Hs, seorang Budayawan, pegiat seni Drama Teatrikal yang sudah sering menyelenggarakan

pementasan drama tentang Raja Sisingamangaraja XII di berbagai negara di Eropa dan Asia dan juga

sudah banyak menulis tentang sosok Raja Sisingamangaraja XII, yang telah ditetapkan oleh Presiden

Sukarno sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 9 November 1961, menguraikan secara luas

dan dalam tentang simbol-simbol atau lambang dan Bendera dari Raja Sisingamangaraja XII.

Dan lukisan asli wajah Sisingamangaraja XII masih disimpan oleh pihak keluarga dan dilindungi oleh

Negara dan juga badan Internasional.

 

 

Oleh sebab itu, semestinya masyarakat memahami betapa luhur dan tingginya makna perjuangan

Raja Sisingamangaraja XII sehingga masyarakat luas tidak sembarangan menggunakan lukisan wajah

beliau apalagi memanfaatkannya untuk kepentingan komersil semata.

Thompson juga menambahkan bahwa Raja Sisingamangaraja I hingga XI, belum pernah ada lukisan

wajahnya.

 

Togi Sirait, seorang tokoh dari agama Parmalim menambahkan bahwa penggunaan nama dan gambar

Raja Sisingamangaraja XII sangat sakral bagi masyarakat Batak sehingga tidak sepatutnya digunakan

sembarangan.

 

Boasa Simanjuntak yang berprofesi sebagai Lawyer dan juga seorang Aktivis sosial memberikan

sebuah perbandingan bagaimana Cut Nyak Dhien, sosok wanita tangguh, Pahlawan Kemerdekaan

Nasional dari Aceh, yang sangat kita hormati dan cintai, pihak keluarga dan juga masyarakat Aceh

menyatakan keberatan ketika Negara menggunakan profil wajah pahlawan tersebut dicantumkan

diatas salah satu pecahan kertas mata uang Rupiah kita karena wajah Pahlawan tersebut tidak sesuai

dengan aslinya.

 

Dari pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam masalah ini, ada beberapa hal yang

dilanggar oleh pihak Club sepakbola tersebut yaitu unsur Etika Budaya, adat dan juga unsur Hukum.

Bahkan Raja Julio Sinambela berpandangan bahwa dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai

Penghinaan dan pelecehan terhadap pahlawan Kemerdekaan Nasional, penghinaan terhadap

keluarga Raja Sisingamangaraja XII dan penghinaan terhadap adat dan Budaya suku Batak pada

umumnya dengan memasangkan wajah Raja Sisingamangara XII secara animasi dan jauh dari rupa

wajah Sisingamangaraja XII yang dikenal luas oleh masyarakat.

 

Tagor Aruan, selaku tokoh Pemuda yang pernah bertindak sebagai Ketua Panitia Seminar Nasional

Tentang Kepahlawanan Raja Sisingamangaraja XII di Medan dalam rangka memperingati hari

Pahlawan, 10 November 2019 bekerja sama dengan Dirjend. Kebudayaan RI saat itu, sangat

menyayangkan timbulnya masalah ini. Bahkan beliau sampai menitikkan airmata saat melihat wajah

Ompu Raja Sisingamangaraja XII dilukis secara animasi dan terkesan sangat asal-asalaan.

 

Dan lebih sangat disayangkan lagi apabila hal ini dilakukan oleh tokoh-tokoh Batak sendiri. Ini sungguh

sangat mencederai rasa hormat kita kepada Pahlawan bangsa ini, rasa hormat terhadap Adat dan

Budaya Batak itu sendiri.

 

Beliau menambahkan, kita tentunya sangat mengapresiasi siapa saja yang berniat atau berkeinginan

mengangkat nama Pahlawan kita tersebut, mengangkat nama Batak, tapi tentunya harus dilakukan

dengan baik dan tepat dalam penempatannya.

 

Nama dan sosok pahlawan Nasional belum pernah kita ketahui disematkan pada Club-club sepakbola.

Seyogianya pada nama Bandara, Pelabuhan, Universitas dan ibukota negara serta figur lainnya yang

menggambarkan sesuatu yang sangat hormat.

 

Disisi lain, John Tulus Sitompul mempertanyakan penggunaan nama club sepakbola tersebut apakah

benar telah mewakili daerah atau suku asal club tersebut.

 

Dari pertemuan tersebut, disepakatii bahwa Forum Sisingamangara XII yang juga mewakili keluarga

akan segera menyurati pihak Club sepakbola tersebut agar segera memberikan klarifikasi dan

meminta maaf secara terbuka dan segera mencabut gambar Raja Sisingamangaraja XII dari logo

tersebut.

 

Pertemuan tersebut didukung oleh beberapa tokoh senior dari Masyarakat Batak seperti JR. Sinaga,

  1. Nainggolan, Lindung Pandiangan, Maslen Sinaga, Fernando Simanjuntak dan dihadiri oleh peserta

lainnya dari Forum Sisingamangaraja XII : Rico Ambarita, Donald Pandiangan dan juga dihadiri oleh

beberapa tokoh Pemuda yang juga duduk sebagai pengurus DPP KIB seperti Eddin Sihaloho, Jhon

Tulus Sitompul, Susi Simanjuntak, M. Pardede, Alfiner Situmorang, Tri Dharma Supayung, Saut Bakara,

Farel Panjaitan, Monetaris Butarbutar, Oktavianus Hutahaean, Erwin Hutabarat, Marganda Manullang,

Umriza dan juga Praktisi-praktisi Hukum yang juga duduk di Biro Hukum KIB seperti Jonni Silitonga

yang juga ketua Peradi Deli Serdang, Mesta Naibaho, Irwan Habeahan, Hans Sihaloho, Christine

Banjarnahor serta Para Ulubalang KIB diantaranya Vittor Sitompul, Manurung, Sahat Sinaga, Rolan

Silaen dan lain-lain.

 

(Editor : Leodepari)

Sumber: Humas Komite Independen Batak

Video Artis Indonesia dan video lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed